Jumat, 29 Januari 2016

Amplifier dan Assesories

Pemasangan soundsystem untuk pertunjukan dan rekaman mempunyai tiga (3) komponen utama yaitu: mikropon , amplifier dan mixer. Mikropon digunakan ke mencuplik suara, amplifier sebagai penguat suara sedangkan mixer digunakan untuk mencampur semua sinyal tersebut. Sinyal yang keluar dari mixer dihubungkan dengan amplifier. Amplifier akan menguatkan sinyal tersebut untuk diberikan ke speaker. Speaker kemudian akan mengubah sinyal tersebut menjadi gelombang akustik sebagai bunyi dan nada.

Kemudian dalam sistem tata suara juga terdapat prosesor yang pada umumnya dihubungkan diantara mixer dan amplifier. Prosesor digunakan untuk meningkatkan kualitas sinyal audio. Prosesor yang paling umum digunakan yaitu equaliser, sound effect, dan compresor. Equaliser pada dasarnya merupakan kumpulan pengontrol nada yang dapat mempertinggi atau meredam frekuensi sinyal audio secara spesifik. Effect digunakan untuk memberikan special efek bunyi, seperti reverb (suara bergaung) dan delay (memberikan penundaan sinyal). Kompresor mengatur level sinyal yang bervariasi. Sinyal yang terlalu kuat hingga melewati batas yang diberikan pada kompresor akan diredam. Dalam hal ini, kompresor dapat membantu mencegah kerusakan pada speaker.

Jenis Sound dalam Multimedia:
  • Pidato
  • Musik
  • Efek Suara
Ada tiga kelompok utama dari format file audio:
–      Uncompressed format audio, seperti WAV, AIFF, AU atau raw header-less PCM
–      Format dengan kompresi lossless, seperti FLAC, Audio (nama file ekstensi APE), Monyet WavPack (nama file ekstensi WV), shorten, TTA, ATRAC Advanced Lossless, Apple Lossless, MPEG-4 SLS, MPEG-4 ALS, MPEG-4 DST , Windows Media Audio Lossless (WMA Lossless)
–      Format dengan lossy compression, seperti MP3, Vorbis, Musepack, AAC, ATRAC dan lossy Windows Media Audio (WMA).
Analog to Digital Converter (ADC)
  • Sebuah ADC adalah sebuah alat yang mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital
  • Suatu sinyal analog merupakan nilai kontinu
  • Sebuah sinyal digital adalah sebuah nilai diskrit
  • Sebuah ADC disinkronisasikan ke beberapa jam
  • Ini akan memonitor sinyal analog kontinu di tingkat menetapkan dan mengubah apa yang dilihatnya ke nilai diskrit pada saat tertentu dalam waktu
  • Proses untuk mengkonversi analog ke suara digital disebut Sampling. Gunakan PCM (Pulse Code Modulation)
  • Ketika Anda menyajikan gelombang suara sebagai angka, proses ini disebut digitalisasi dan hasilnya akan menjadi digital audio

MIDI

MIDI singkatan dari Musical Instrument Digital Interface yaitu sebuah “interface” yang menghubungkan sistem komputer dengan keyboard instrumen musik. Untuk membentuk sistem Musik MIDI diperlukan sebuah keyboard instrumen musik yang mempunyai penghubung MIDI sebuah CPU komputer sebuah monitor dan sebuah printer (sebagai tambahan).
Adapun Istilah-istilah MIDI dan kegunaannya adalah sebagai berikut :
  • MIDI Interface
MIDI Interface adalah serangkaian serial ports Pin yang terdiri dari port MIDI IN, MIDI OUT dan MIDI THRU. Port-port inilah yang akan menghubungkan suatu instrumen dengan instrumen lainnya.
  • Note ON
Note On adalah perintah dari instrumen pengontrol untuk menyembunyikan sebuah nada pada instrumen yang dituju.
  • Patch Change
Patch Change adalah perintah dari pengontrol untuk mengganti program suara pada instrumen yang dikontrol.
  • System Exclusive
Walaupun sekarang sudah zamannya standarisasi MIDI, tetap saja setiap pembuat synthesizer pasti membangun fitur-fitur khusus dalam keyboardnya.
  • MIDI Sound Module
MIDI Sound Module adalah sebuah synthesizer yang tidak mempunyai keyboard sendiri, melainkan harus dimainkan lewat keyboard yang terpisah.
  • MIDI Sequencer
MIDI Sequencer fungsinya adalah untuk merekam perintah-perintah MIDI dan memainkan kembali rekaman tersebut.
  • Standard MIDI Files
Standard MIDI Files ( SMF ) adalah sebuah standar yang dibuat oleh MMA agar file yang dibuat oleh sebuah sequencer dapat dibaca oleh sequencer lainnya.
  • MIDI Controller
Untuk mengirim perintah MIDI tidak harus menggunakan perangkat keyboard saja, melainkan ada juga perangkat yang disebut MIDI Guitar Controller, yaitu alat berbentuk guitar yang dapat mengirim sinyal instrumen MIDI ke MIDI In lain untuk mengendalikan instrumen tersebut.




ApakahPower Amplifier itu sebenarnya?

  
Penguat (bahasa Inggris: Amplifier) adalah komponen elektronika yangdipakai untuk menguatkan daya (atau tenaga secara umum). Dalam bidang audio,amplifier akan menguatkan signal suara (yang telah dinyatakan dalam bentuk aruslistrik) pada bagian inputnya menjadi arus listrik yang lebih kuat di bagianoutputnya. Besarnya penguatan ini sering dikenal dengan istilah gain. Nilaidari gain yang dinyatakan sebagai fungsi frekuensi disebut sebagai fungsitransfer.

Power amplifier bertugas sebagai penguatakhir dari preamplifier menuju ke driver speaker. Amplifier pada umumnyaterbagi menjadi dua yaitu Power Amplifier dan Integrated Amplifier. PowerAmplifier adalah penguat akhir yang tidak disertai dengan tone control (volume,bas, treble), sebaliknya integrated amplifier adalah penguat akhir yang telahdisertai dengan tone control.

Struktur dari power Amplifier ini biasanya terdiri dari:

  1. Heat Sink ( casing)Fungsi dari Heat Sink ini adalah untuk menyerap dan membuang panas yang dihasilkan oleh transistor.Bahan pembuat dari heat sink ini umumnya adalah aluminium cor atau kadang2 digunakan pula tembaga.
  2. DC Connector Terminals section.Pada sebagian besar Amplifier terdapat beberapa terminal untuk menyambung power input yaitu DC + konstan langsung dari terminal + ( positive dari Accu),Ground or Negative (-) yang biasanya disambungkan dengan chassis mobil.Remote turn on/off berfungsi sebagai kabel kontrol untuk mematikan dan menyalakan power, yang dikontrol dari Head Unit.
  3. RCA or High Level terminal Input.Fungsi dari terminal ini adalah sebagai penghantar sinyal audio dari Head Unit ke Amplifier. Biasanya melalui kabel interconnect atau RCA.Kualitas dari kabel ini sangat penting, karena kabel yang baik dapat menghantarkan sinyal suara dengan baik, sebaliknya kabel yang kurang baik akan merusak suara juga.High Input speaker terminal dipergunakan apabila tidak terdapat output RCA (low level ) pada HU anda.Ada pula terminal khusus seperti pada product satu merk amplifiers yang memakai connector Symbilink, untuk memudahkan kita dalam menyetel power tersebut dengan memakai PC or notebook.
  4. Speaker Output Connector.Terminal ini adalah sebagai terminal keluarnya sinyal yang telah diperkuat.Biasanya terdiri dari terminal dengan tanda plus+ dan minus-.Ada pula petunjuk khusus untuk membuat power bekerja dengan kondisi mono (bridged).
  5. Crossover section.Banyak power amplifier dewasa ini telah diperlengkapi dengan crossover aktif.Jadi amp tersebut dapat dipergunakan denagn beberapa konfigurasi, untuk amplifier subwoofer (LPF) ,full range ( filter/tapis tidak dipergunakan) dan untuk midbass( HPF).
  6. Gain sectionFungsi dari gain tersebut adalah mengatur agar sinyal yang masuk sesuai dengan input sensitivity dari Power Amplifier tersebut.Biasanya range sensitivity dari power amp sewasa ini adalah dari 2 -5 volts.Biasa disebut juga dengan Output sensitivity.
  7. FuseAmplifier yang baik harus diperlengkapi dengan sekring, sekring ini dapat berupa AGU fuse, atau bentuk sekring lainnya.Ampere sekring disesuaikan dengan daya max yang dapat dikeluarkan.Setelah mengenal struktur luar dari Amp, kita beralih ke isi dari alat ini berikut sistem kerjanya.

Sekarang kita masuk ke klasifikasi / perbedaan dari power amplifier outputstage menurut kelasnya :

1. Class AB, A, B 

Amp kelas ini memakai sedikitnya 1 transistor per rail per channel.Amp 2channel akan memakai sedikitnya 4 output transistor, tapi dapat juga ditambahjumlahnya supaya terdapat peningkatan signifikan pada dayanya.Dua transistorpada 1 channel akan bekerja on dan off,mengirim nilai variabel dari voltagesinyal + dan - ke speaker output terminal +.Terminal - dari speaker terminaltersambung pada ground.Kapan dan berapa sering transistor menyala akanmenentukan kelas dari amp tersebut apakah kelas A, AB atau B.Transistor powerkelas A selalu menyala oleh arus yang mengalir, suara memang lebih baikdibanding kelas AB atau B, tapi akan lebih cepat menjadi panas ,karena tidakefisien. Banyak energi yang terbuang karena berubah menjadi panas.Class B:hanya 1 dari transistor tersebut yang menyala dalam satu waktu.Class B efisien,hanya mungkin suara nya agak kurang bila dibanding dengan Class A danAB.Penjelasan ini menerangkan mengapa lebih banyak dipakai kelas AB di caraudio, efisien dan bersuara cukup baik.

2. Class G

Cara kerja power ini mirip dengan kelas AB, hanya ada suatu cara yangmembuat amp ini menjadi lebih efisien, Amp ini mempunyai lebih dari 1 rail +dan - yang satu lebih tinggi nilainya. Ada merk tertentu yang memakai + dan -sebesar 25 volt untuk level rendah. Dan bila tidak diperlukan, amp ini bekerjahanya pada 25 V, tapi seiring dengan bertambahnya signal level,amp ini denganlembut berpindah pada rail yang lebih tinggi misal 50 volts.Kesimpulannya,suara dari amp kelas G ini sama baiknya dengan class AB tapi jauh lebihefisien.

3. Class D

Amp pada kelas ini tidak menggunakan alat output secara analog untukmerubah voltage naik atau turun. Amp ini menggunakan Mosfet ,yang sepertitransistor,tapi bedanya memakai siklus on dan off nya yang sangat cepat,dibanding dengan pada kelas AB yang merubah naik atau turun. Siklus seberapasering on versus off akan menentukan berapa besar output dari power ini.Biasapower Class D ini ditujukan sebagai power untuk Subwoofer.Kita ibaratkanseperti saklar on/off untuk menyalakan lampu (D)dan saklar dimmer untukmeredupkan lampu(AB).Amplifier Class D sangat efisien tetapi sangat terbatasuntuk frequency response nya, serta tingkat distorsinya lebih besar dari kelasAB.

4. Vacuum Tube Amps. 

(Amplifier tabung)Power Amplifier ini menggunakan pendahulu dari transistor,yaitu tabung hampa, udara dengan katoda dan anoda yang berfungsi mengalirkanelektron.Cara kerjanya adalah dengan memakai transformator dengan memasukkantegangan tinggi dan kemudian dirubah kembali menjadi tegangan rendah denganarus yang dapat menggerakkan speaker.Tapi banyak menjadi perdebatan karenabanyak audiophile yang berpendapat bahwa power ini suaranya lebih baik daripower transistor.

Tahap berikutnya adalah cara membaca spesifikasi dari power, dan penentuanjumlah channel yang paling sesuai dengan keperluan OS mania.Power Amplifierdibuat dengan berbagai jumlah channel, 2 channel stereo, 4 channel, 5 dan 6channel ( 4 channel identik dan 1-2 channel dengan watt lebih besar untuksubwoofer), 5 channel dengan daya yang identik bisanya ditujukan untukpemakaian sistem car theatre 5.1, channel ke 5 ditujukan untuk center channel,dan power monoblock class D.

teori Power Amplifier,Power Amplifier,definisi power amplifier,jenis power amplifier,macam-macam power amplifier,fungsi amplifier,fungsi power amplifier,kategori power amplifier,bentuk power amplifier,gambar power amplifierSpesifikasi biasanya disertakan dalam spec sheet, sederhananya adalah daya(watts), pilihlah daya yang sesuai dengan power handling dari speakeranda.Sebaiknya sesuaikan watt power agar tidak terjadi underpowered atauoverpowered.Pilih juga karakteristik suara yang sesuai dengan keperluan sistemanda, apakah Sound Quality (SQ), Sound Pressure Level(SPL) atau CarTheatre.Bandingkan juga nilai2 Frequency response, yang biasa nilai deviasi nyatidak lebih dari + atau - 0,2 dB pada rentang frequency 20 Hz - 20Khz.Perhatikan juga Total Harmonic distorsion (THD+N) A-weighted, parameter inimenunjukkan tingkat distorsi yang terjadi pada output 10 watt atau 1milliwatt.Selanjutnya adalah S/N ( Signal to Noise ) ratio, adalah parameteryang menunjukkan tingkat perbandingan antara signal yang diinginkan( signalmusic ) terhadap noise.Carilah nilai persentase terkecil untuk THD dan nilaiterbesar untuk S/N ratio.Carilah power yang damping factornya >100 dB,stereo separation dengan nilai tertinggi, dan juga coba apakah terjadi turnon/off click yang biasanya sangat mengganggu.Bila anda menghendaki pemakaianactive cross over, atau bila HU anda tidak mempunyai fungsi tersebut, carilahpower amplifier yang nilai x'overnya variable,lebih baik bila dilengkapi puladengan phase controller serta saklar pemilih HPF,Full range dan LPF.

Sirkuit pengaman /Protection circuitryjuga elemen yang penting dalam memilih power, power yang baik harusdiperlengkapi dengan short circuit protection,dan juga thermal dan overloadprotection




 MENGENAL MIXER SOUND SYSTEM

Dalam dunia Audio profesional, sebuah mixing console, apakah itu analog maupun digital, atau juga disebut soundboard / mixing desk (papan suara) adalah sebuah peralatan elektronik yang berfungsi memadukan (lebih populer dengan istilah "mixing"), pengaturan jalur (routing) dan mengubah level, serta harmonisasi dinamis dari sinyal audio. Siynal - sinyal yang telah diubah dan diatur kemudian dikuatkan oleh penguat akhir atau power amplifier yang diteruskan ke loudspeaker.
sewa sound system semarang murah
Audio mixer secara luas digunakan dalam berbagai keperluan, termasuk studio rekaman, sistem panggilan publik (public address), sistem penguatan bunyi, dunia penyiaran baik radio maupun televisi, dan juga pasca produksi pembuatan film. Suatu contoh yang penerapan sederhana, dalam suatu pertunjukan musik misalnya live band atau organ tunggal, sangatlah tidak efisien jika kita menggunakan masing masing amplifier untuk menguatkan setiap bagian baik suara vokal penyanyi dan alat alat musik yang dimainkan oleh band pengiringnya. Disini Audio mixer akan menjadi bagian penting sebagai titik pengumpul dari masing masing mikropon yang terpasang ataupun audio yang masuk melalui kanal mixer, mengatur besarnya level suara sehingga keseimbangan level bunyi baik dari vokal maupun musik akan dapat dicapai sebelum diperkuat oleh amplifier.
Mixer adalah salah satu perangkat yang paling populer setelah microphone. Kita lebih mengenalnya dengan sebutan mixer, mungkin kebanyakan kita menyebutnya demikian karena fungsinya yang memang mencampur segala suara yang masuk, kemudian men-seimbangkannya, menjadikannya dua (kiri – kanan /L-R kalau stereo, dan satu kalau mono), kemudian mengirimkannya ke cross-over baru ke power amplifier dan akhirnya ke speaker.
Mixing console menerima berbagai jenis sumber suara. Bisa dari microphone, alat musik, CD player, tape deck, atau DAT ( perangkat untuk rekaman). Dari sini dengan mudah dapat dilakukan pengaturan level masukan dan keluaran mulai dari yang sangat lembut sampai keras. Kalau kita misalkan sebuah system audio itu diumpamakan sebagai tubuh manusia, snake cable bisa kita umpamakan sebagai system syaraf, dan mixing console sebagai jantungnya.
Jalur masukan (input) biasanya dibagi menjadi beberapa bagian:
  • Input Jacks / penguat muka mikropon (Microphone preamps)
  • Basic input controls
  • Channel EQ (High, Mid high,Mid and low). Bass – Midle - Treble
  • Bagian Routing termasuk Direct Outs, Aux-sends, Panning control and pengalamatan Subgroup
  • Output Faders
  • Subgroup faders
  • Output controls termasuk Master level controls, EQ dan/atau Matrix routing
BAGIAN MIXER ANALOG
Istilah kerennya adalah mixer, yaitu sebuah alat yang mengumpulkan semua sinyal baik dari mic, sinyal line (berupa sinyal dari tape/CD, atau dari instrumen), semua efek (berupa echo, reverb, delay), kemudian “dicampur” secara otomatis oleh alat ini menjadi satu sinyal yang utuh dan kemudian didistribusikan ke power amplifier yang akan diolah sedemikian sehingga akhirnya sinyal ini diubah wujudnya menjadi suara yang dikeluarkan oleh speaker yang terpasang.
Alat ini juga memiliki kemampuan untuk mengubah level dari sinyal tersebut, seperti dari sinyal yang keras menjadi lebih pelan dan demikian sebaliknya sehingga sinyal-sinyal ini “tertata” dengan baik dan terdengar dengan nyaman. Kemampuan ini tidak bersifat otomatis secara mesin, tapi tergantung dari kemampuan sang pengatur suara, yang dalam hal ini sering disebut engineer atau sound engineer.
Seperti yang telah disebutkan di paragraf kedua, jumlah channel yang tersedia pada sebuah mixer bervariasi. Mulai dari yang sederhana sebanyak 6 atau 8 channel bahkan sampai ratusan channel sekaligus. Dari beberapa klasifikasi tersebut dapat disimpulkan menjadi 2 jenis mixer, yaitu analog mixer yang biasanya terdiri dari maksimum 52 channel dan digital mixer yang memiliki jumlah channel yang dapat dikatakan “tidak terbatas”. Untuk spesifikasi detil dari kedua jenis mixer ini dapat dilihat dari beberapa merek yang telah beredar di pasaran umum.
MENU UMUM PADA MIXER
  • GAIN
Disebut juga input level atau trim, biasa terdapat pada urutan paling atas dari setiap channel mixing console. Fungsinya adalah untuk menentukan seberapa sensitif input yang kita iniginkan di terima oleh console(mixer). Apakah berupa signal mic atau berupa signal line (keyboard, tape deck, dvd player, dll). Tombol ini akan sangat membantu untuk mengatur signal yang akan masuk ke console. Bila signal lemah, maka dapat dilakukan penambahan, bila terlalu kuat dapat dikurangi.
Jadi input gain stage adalah hal yang paling penting dan kritis, karena dari sinilah semua suara yang berkualitas dimulai. Makanya usahakanlah untuk menjaga agar setiap input tetap clean dan clear sebisa mungkin. Sebab noise dan distorsi yang diakibatkan dalam poin ini akan mengalir terus ke seluruh system dan membuat seluruhnya jadi terganggu. Bila ternyata input gain sangat besar atau bahkan terlalu besar sehigga setelah dikurangi juga masih saja terlalu kuat, maka untuk itu terdapat (switch) tombol PAD pada console (mixer) yang fungsinya adalah untuk menurunkan gain input signal (tingkat tekanan suara) mulai –20 db sampai –30 db.
  • EQUALIZER PADA CHANNEL
Pada setiap channel di mixing console selalu terdapat Equalizer Section. Fungsinya yaitu sebagai pengatur tone untuk me-modifikasi suara yang masuk pada channel tersebut. Umumnya sound engineer (sound man – operator mixer) melakukan perubahan sound melalui EQ bertujuan dua :
untuk mengubah sound instrument menjadi sound yang lebih disukai untuk mengatasi frekuensi dari input yang bermasalah, misalnya feedback, dengung, overtune, dll.
Pengaturan yang sangat mendasar dari EQ adalah berupa Low dan Hi (bass dan treble), kemudian penambahan dan pengurangan (boost/cut). Atau ada juga yang lebih kompleks dengan 4 jalur dengan fungsi yang full parametric. Namun tak perduli seperti apa tipe EQ yang terdapat dalam console, karena tetap dalam tujuan yang sama untuk membantu menemukan sound yang terbaik.
  • EQUALIZER YANG FIX
Yang dimaksud fix diatas adalah pada EQ tersebut tidak memiliki tombol untuk memilih frekuensi yang akan disetting. Karena frekuensi yang akan “dikerjai” telah ditetapkan dari pabrik. Pembagian frekuensi pada EQ jenis ini mirip denga pembagian yang terdapat pada crossover, hanya terdiri atas :
  • • Low, dan hi-pada EQ 2way –  (Sp 18” bawah + 15” atau 12” atas)
  • • Low, Mid dan Hi-pada EQ 3way –  (Sp 18” bawah + 15” tengah + 12” atas)
  • • Low, Low Mid, Hi mid dan Hi-pada EQ 4 way – (Sp 18” bawah + 15” bawah  tengah + 15” atau 12” tengah atas + tweeter 1” atau 2” atas)
Memutar tombol boost/cut akan memberi pengaruh sampai 12 atau 15 db tergantung mixing console apa yang anda gunakan. Keuntungan EQ yang fix adalah :
Harga yang relatif ekonomis,Terhindar dari kesalahan pemilihan frekuensi yang akan disetting, kesalahan seperti ini bisa disebabkan oleh sound engineer (penata suara) yang kurang berpengalam.
keuntungan yang terakhir adalah hemat waktu dalam pen-settingan.
Namun ada juga kekurangannya, salah satunya adalah kita tidak dapat memilih frekuensi khusus yang kita inginkan karena semua frekuensi telah ditetapkan dari pabriknya.
  • SWEEPABLE EQUALIZER
Biasa disebut Quasi Parametric atau Semi Parametric (bukan full parametric-karena tanpa pengatur bandwitch). Pada EQ yang full parametric kita dapat melakukan pengaturan untuk setiap parameternya. Apakah itu parameter frekuensi, bandwitch, ataupun parameter level. EQ tipe ini mempunyai kemampuan set-up yang sangat fleksibel, dan biasanya menyediakan pengontrolan mid-range dengan system EQ-3 atau 4 jalur.
Cara kerja :
  • • Lakukan pemutaran pada tombol freq untuk memilih freq yang akan diatur.
  • • Putar tombol boost/cut untuk penambahan atau pengurangan pada frekuensi yang kita pilih tadi. Misalnya untuk mengatur frekuensi low mid pada drum.
  • • Biarkan frekuensi lain tetap pada sound flat.
  • • Putar tombol boost/cut sampai habis ke kiri, atau pada posisi kira-kira jam 7.
  • • Putar tombol frekuensi sampai sound yang terdengar boomy tadi terdengar hilang.
  • • Setelah frekuensi yang dicari ketemu, lakukan pengaturan lagi pada tombol boost/cut. Karena melakukan pemotongan yang terlalu ekstrim atau terlalu banyak pada frekuensi low mid (middle bass) bisa mengakibatkan sound yang terdengar “kosong”.

Bagian-bagian dari sebuah mixer analog secara umum adalah: 

1. Mono Input Section

Bagian-bagian dari mono input ini terdiri dari:
Mic Input, atau sering juga disebut XLR input atau cannon jack input. Bagian ini digunakan untuk mic atau alat-alat yang menggunakan jack yang memiliki tiga buah “kaki” atau yang yang sering disebut cannon jack.
Biasanya masing-masing “kaki” terdapat nomor 1, 2, dan 3.
Kaki-kaki ini dimaksudkan untuk penempatan posisi sinyal positif, negatif dan ground tipikal yang sering digunakan adalah:
  • - Kaki no 1 untuk ground, yg berserabut atau tidak dibalut
  • - Kaki no 2 untuk positif, (Biru) dan
  • - Kaki no 3 untuk negative (Putih)
Catatan: Posisi di atas tidak selalu menjadi patokan, tergantung dari peralatan yang dipakai. Harap selalu memperhatikan buku manual dari peralatan yang dipakai.
Line In, yang biasanya digunakan untuk menancapkan peralatan yang menggunakan line level jack (istilah umum yang sering beredar adalah input jack gitar). Peralatan yang sering menggunakan bagian ini seperti keyboard, tape, CD player, effect processing unit (reverb, echo, dll), kadang-kadang bass atau gitar juga memakai bagian ini.
Insert Point. Pada beberapa mixer yang lebih kompleks maka terdapat 2 bagian yaitu insert send dan insert return, tetapi pada mixer yang sederhana maka bagian ini hanya ada satu saja yaitu insert I/O (kepanjangan dari insert input/output). Bagian ini digunakan untuk menghubungkan sinyal prosesor eksternal seperti EQ, compressor/limiter/gate. 
Tujuan dari bagian ini adalah membuat seakan-akan sinyal prosesor eksternal menjadi satu kesatuan dengan mixer.
Catatan: Perhatikan cara penyolderan!!! Untuk mixer yang memiliki insert point terpisah maka penyolderan dilakukan sama persis dengan cara penyolderan cannon jack. Dalam hal ini: posisi tip – sinyal positif, ring – sinyal negative, sleeve – sinyal ground, apabila hanya terdapat satu insert point I/O, maka posisi tip – sinyal send, ring – sinyal return, sleeve – sinyal ground. 
Direct Out (Dir). Bagian ini sering digunakan untuk mengirim sinyal audio secara langsung untuk direkam pada multitrack recording tape.
Gain, yang juga disebut input level atau trim, yang berfungsi untuk menentukan sensitifitas dari input sebuah sinyal yang masuk, baik itu berupa sinyal mic atau sinyal line (dari keyboard, tape, CD player, atau alat musik yang lain). Bagian ini hanya mengatur tingkat kesensitifitasan dari channel tersebut bukan besarnya volume sinyal.
Catatan:
Apabila sinyal yang masuk masih terlalu kecil (volume sudah dimaksimalkan, demikian juga dengan gainnya) maka yang perlu diperiksa adalah kondisi dari kabel tersebut dan kondisi penyolderan dari kabelnya, terbalik atau putus atau malah tidak tersolder sama sekali.
HPF (High Pass Filter).
Bagian ini digunakan untuk memotong frekuensi rendah yang terlalu berlebihan atau peralatan yang mengakibatkan humming. Bagian ini sangat efektif digunakan pada situasi live, untuk mengurangi “popping” pada mic, atau memotong frekuensi rendah yang sering kali dijumpai pada jenis suara laki-laki. Pada beberapa mixer yang lebih kompleks, terdapat knob variabel frekuensi yang akan dipotong (misal: 50 Hz atau 80 Hz atau 250 Hz dan seterusnya), sedangkan pada mixer yang lebih sederhana hanya terdapat knob, seperti knob on/off, yang biasanya tercantum frekuensi 100 Hz atau sering disebut dengan fixed HPF.
EQ section.
Bagian ini sering dipakai untuk mengatur kualitas suara yang diinginkan. Pada prinsipnya bagian ini dibagi menjadi 3 bagian yaitu low, mid, dan high. Tipe ini sering dijumpai pada mixer yang sederhana bahkan ada yang hanya terdapat 2 bagian saja yaitu low dan high, tetapi pada mixer yang lebih kompleks maka sering dijumpai penambahan seperti Q dan frekuensi yang ingin di-cut atau di-boost.
Aux section.
Ada 2 fungsi utama dari bagian ini, yaitu sebagai pengontrol monitor speaker yang terdapat di panggung utama dan atau pada masing-masing pemain band, dan sebagai pengontrol eksternal efek (reverb, echo, dll).
Pan (Panoramic Control).
Bagian ini sering kali digunakan untuk menentukan posisi sinyal suara (kanan atau kiri) atau dipergunakan untuk menentukan channel tertentu masuk dalam sub grup tertentu (misal: channel 1 masuk dalam sub grup 1, channel 2 masuk dalam sub grup 2, dsb.) 
Solo atau PFL.
Bagian ini sering digunakan para engineer untuk mendengarkan sinyal suara secara individual melalui headphone. PFL adalah singkatan dari Pre Fade Listening yang berarti kita dapat mendengarkan suara tanpa terpengaruh oleh fader channel (before the fader), atau dengan bahasa sederhana kita dapat mendengarkan suara tanpa terpengaruh oleh besar kecilnya posisi fader.
Mute/On-Off switch.
Bagian ini digunakan untuk mematikan atau menyalakan fungsi sinyal suara dari masing-masing channel. 
Channel fader.
Bagian ini menentukan besar kecilnya sinyal suara yang akan dikeluarkan melalui channel yang dimaksud.
+48V Phantom.
Bagian ini digunakan bila digunakan mic condenser atau DI box yang memerlukan power sehingga alat-alat ini bisa berfungsi dengan baik.
Perhatikan!!! Pada tipe mixer tertentu, tidak dijumpai adanya bagian ini pada masing-masing channel. Yang ada adalah knob +48V Phantom master. Perhatikan juga jenis kabel yang akan tersambung!! Bila semua kabel berada pada posisi balanced maka tidak perlu dikhawatirkan akan terjadi sesuatu, tetapi bila tidak maka jangan sekali-kali menekan knob ini. 

2. Stereo Input Section

Sebagian besar bagian yang terdapat pada bagian ini hampir sama dengan bagian mono input kecuali pada bagian belakang mixer. Bila pada bagian mono input, pada bagian belakang mixer hanya terdapat satu channel input saja, tapi pada bagian stereo input terdapat dua channel input (berupa cannon jack atau phono jack atau RCA jack). 

3. Master Section

Pada bagian ini terdapat:
Aux Master, yang merupakan master volume dari aux pada masing-masing channel mono 

4. Aux Return

Bagian ini memiliki kesamaan prinsip kerja seperti pada bagian Stereo Input Section

5. Master Volume Section

Sub Group Section/DCA/VCA Group
Bagian ini merupakan master group dari masing-masing channel yang telah dikelompokkan sedemikian rupa. Biasanya dipakai untuk memudahkan pengoperasian mixer, misal sub grup drum yang terdiri dari beberapa channel mic yang dipakai untuk drum.
1. MIXER
ini fungsi utama didalam peralatan audio organ tunggal ,dikarenakan mixer bisa menampung semua suara yang berhubungan dengan organ tunggal seperti contoh output keyboard ,mic penyanyi ,melody jika ada tambahan dll. mixer jg ada beberapa jenis dan merk ,saat ini mixer yang sering kita lihat dalam organ tunggal dari mulai 6 ,8 ,10 ,12 ,16 hingga 24 channel tergantung selera dan keinginan kita sendiri ,pada prinsipnya mixer itu hanya penampungan dan pendorong suara.sebagai rekomendasi dan pertimbangan ada beberapa mixer yang patut kita acungin jempol antara lain :
a. peavey : unity 500 ,unity 1000 ,unity 1002 ,unity 2000 ,unity 2002
b. soundcraft : Spirit ,E-series ,folio
c. mackie : onyx 1220 ,onyx 1620
d. allen & heath : Zed 12FX
jenis mixer diatas adalah sebagai pilihan dengan kualitas yang sangat bagus dengan harga diatas rata2
ada juga beberapa mixer pilihan dengan harga yang tidak begitu mahal
a. yamaha : MG 124 ,N12 ,MG 164 ,MG 166C
b. behringer : UB1202 ,1204FX ,xenyx 1202fx Premium
jadi kembali lagi semua tergantung kebutuhan dan budget kita ,kalau budget kita besar gunakanlah product yang berkualitas ,tp tentunya harus ada perhitungan keuangan apakah mencukupi atau tidak.
2. POWER AMPLY
nah sekarang bicara mengenai power amply ,ini sangat perlu dan memang harus dibutuhkan dalam organ tunggal .fungsi dari alat ini adalah penghasil bunyi atau disebut juga pengeras suara yang disalurkan ke Speaker. power amply ada beberapa kekuatan outputnya tergantung kapasitas yang akan kita butuhkan. tetapi dalam hal ini organ tunggal harus mengandalkan power yang besar atau disebut juga watt yang besar supaya bisa seimbang antara suara yang diterima dengan frequensi yang dikeluarkannya seperti high ,mid ,low bisa seimbang

ada beberapa kriteria power yang bisa dijadikan pilihan antara lain :

a. peavey : CS800 ,CS800X ,CS1000X ,CS1200X ,PV1,3K,PV8.5C ,CS400X ,PV2600 ,PV3800 ,CS2000 ,CS3000 ,CS4000 ,CS4080
b. beta3 : T1000 ,T2000 ,T3000
c. crown :
d. yorkville :
e. absolute :
f. yamaha :
g. mclelland
h. behringer
i. prince
j. axl audion
k. alesis
l.absolute
m.taso