Pemasangan soundsystem untuk pertunjukan dan rekaman mempunyai tiga (3)
komponen utama yaitu: mikropon , amplifier dan mixer. Mikropon digunakan ke
mencuplik suara, amplifier sebagai penguat suara sedangkan mixer digunakan untuk mencampur semua
sinyal tersebut. Sinyal yang keluar dari mixer dihubungkan dengan
amplifier. Amplifier akan menguatkan sinyal tersebut untuk diberikan ke
speaker. Speaker kemudian akan mengubah sinyal tersebut menjadi
gelombang akustik sebagai bunyi dan nada.
Kemudian dalam sistem tata suara juga terdapat prosesor yang pada umumnya dihubungkan diantara mixer dan amplifier. Prosesor digunakan untuk meningkatkan kualitas sinyal audio. Prosesor yang paling umum digunakan yaitu equaliser, sound effect, dan compresor. Equaliser pada dasarnya merupakan kumpulan pengontrol nada yang dapat mempertinggi atau meredam frekuensi sinyal audio secara spesifik. Effect digunakan untuk memberikan special efek bunyi, seperti reverb (suara bergaung) dan delay (memberikan penundaan sinyal). Kompresor mengatur level sinyal yang bervariasi. Sinyal yang terlalu kuat hingga melewati batas yang diberikan pada kompresor akan diredam. Dalam hal ini, kompresor dapat membantu mencegah kerusakan pada speaker.
Kemudian dalam sistem tata suara juga terdapat prosesor yang pada umumnya dihubungkan diantara mixer dan amplifier. Prosesor digunakan untuk meningkatkan kualitas sinyal audio. Prosesor yang paling umum digunakan yaitu equaliser, sound effect, dan compresor. Equaliser pada dasarnya merupakan kumpulan pengontrol nada yang dapat mempertinggi atau meredam frekuensi sinyal audio secara spesifik. Effect digunakan untuk memberikan special efek bunyi, seperti reverb (suara bergaung) dan delay (memberikan penundaan sinyal). Kompresor mengatur level sinyal yang bervariasi. Sinyal yang terlalu kuat hingga melewati batas yang diberikan pada kompresor akan diredam. Dalam hal ini, kompresor dapat membantu mencegah kerusakan pada speaker.
- Pidato
- Musik
- Efek Suara
– Uncompressed format audio, seperti WAV, AIFF, AU atau raw header-less PCM
– Format dengan kompresi lossless, seperti FLAC, Audio (nama file ekstensi APE), Monyet WavPack (nama file ekstensi WV), shorten, TTA, ATRAC Advanced Lossless, Apple Lossless, MPEG-4 SLS, MPEG-4 ALS, MPEG-4 DST , Windows Media Audio Lossless (WMA Lossless)
– Format dengan lossy compression, seperti MP3, Vorbis, Musepack, AAC, ATRAC dan lossy Windows Media Audio (WMA).
Analog to Digital Converter (ADC)
- Sebuah ADC adalah sebuah alat yang mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital
- Suatu sinyal analog merupakan nilai kontinu
- Sebuah sinyal digital adalah sebuah nilai diskrit
- Sebuah ADC disinkronisasikan ke beberapa jam
- Ini akan memonitor sinyal analog kontinu di tingkat menetapkan dan mengubah apa yang dilihatnya ke nilai diskrit pada saat tertentu dalam waktu
- Proses untuk mengkonversi analog ke suara digital disebut Sampling. Gunakan PCM (Pulse Code Modulation)
- Ketika Anda menyajikan gelombang suara sebagai angka, proses ini disebut digitalisasi dan hasilnya akan menjadi digital audio
MIDI

Adapun Istilah-istilah MIDI dan kegunaannya adalah sebagai berikut :
- MIDI Interface
- Note ON
- Patch Change
- System Exclusive
- MIDI Sound Module
- MIDI Sequencer
- Standard MIDI Files
- MIDI Controller
ApakahPower Amplifier itu sebenarnya?
Penguat (bahasa Inggris: Amplifier) adalah komponen elektronika yangdipakai untuk menguatkan daya (atau tenaga secara umum). Dalam bidang audio,amplifier akan menguatkan signal suara (yang telah dinyatakan dalam bentuk aruslistrik) pada bagian inputnya menjadi arus listrik yang lebih kuat di bagianoutputnya. Besarnya penguatan ini sering dikenal dengan istilah gain. Nilaidari gain yang dinyatakan sebagai fungsi frekuensi disebut sebagai fungsitransfer.
Power
amplifier bertugas sebagai penguatakhir dari preamplifier menuju ke
driver speaker. Amplifier pada umumnyaterbagi menjadi dua yaitu Power
Amplifier dan Integrated Amplifier. PowerAmplifier adalah penguat akhir
yang tidak disertai dengan tone control (volume,bas, treble), sebaliknya
integrated amplifier adalah penguat akhir yang telahdisertai dengan
tone control.
Struktur dari power Amplifier ini biasanya terdiri dari:
- Heat Sink ( casing)Fungsi dari Heat Sink ini adalah untuk menyerap dan membuang panas yang dihasilkan oleh transistor.Bahan pembuat dari heat sink ini umumnya adalah aluminium cor atau kadang2 digunakan pula tembaga.
- DC Connector Terminals section.Pada sebagian besar Amplifier terdapat beberapa terminal untuk menyambung power input yaitu DC + konstan langsung dari terminal + ( positive dari Accu),Ground or Negative (-) yang biasanya disambungkan dengan chassis mobil.Remote turn on/off berfungsi sebagai kabel kontrol untuk mematikan dan menyalakan power, yang dikontrol dari Head Unit.
- RCA or High Level terminal Input.Fungsi dari terminal ini adalah sebagai penghantar sinyal audio dari Head Unit ke Amplifier. Biasanya melalui kabel interconnect atau RCA.Kualitas dari kabel ini sangat penting, karena kabel yang baik dapat menghantarkan sinyal suara dengan baik, sebaliknya kabel yang kurang baik akan merusak suara juga.High Input speaker terminal dipergunakan apabila tidak terdapat output RCA (low level ) pada HU anda.Ada pula terminal khusus seperti pada product satu merk amplifiers yang memakai connector Symbilink, untuk memudahkan kita dalam menyetel power tersebut dengan memakai PC or notebook.
- Speaker Output Connector.Terminal ini adalah sebagai terminal keluarnya sinyal yang telah diperkuat.Biasanya terdiri dari terminal dengan tanda plus+ dan minus-.Ada pula petunjuk khusus untuk membuat power bekerja dengan kondisi mono (bridged).
- Crossover section.Banyak power amplifier dewasa ini telah diperlengkapi dengan crossover aktif.Jadi amp tersebut dapat dipergunakan denagn beberapa konfigurasi, untuk amplifier subwoofer (LPF) ,full range ( filter/tapis tidak dipergunakan) dan untuk midbass( HPF).
- Gain sectionFungsi dari gain tersebut adalah mengatur agar sinyal yang masuk sesuai dengan input sensitivity dari Power Amplifier tersebut.Biasanya range sensitivity dari power amp sewasa ini adalah dari 2 -5 volts.Biasa disebut juga dengan Output sensitivity.
- FuseAmplifier yang baik harus diperlengkapi dengan sekring, sekring ini dapat berupa AGU fuse, atau bentuk sekring lainnya.Ampere sekring disesuaikan dengan daya max yang dapat dikeluarkan.Setelah mengenal struktur luar dari Amp, kita beralih ke isi dari alat ini berikut sistem kerjanya.
Sekarang kita masuk ke klasifikasi / perbedaan dari power amplifier outputstage menurut kelasnya :
1. Class AB, A, B
Amp
kelas ini memakai sedikitnya 1 transistor per rail per channel.Amp
2channel akan memakai sedikitnya 4 output transistor, tapi dapat juga
ditambahjumlahnya supaya terdapat peningkatan signifikan pada
dayanya.Dua transistorpada 1 channel akan bekerja on dan off,mengirim
nilai variabel dari voltagesinyal + dan - ke speaker output terminal
+.Terminal - dari speaker terminaltersambung pada ground.Kapan dan
berapa sering transistor menyala akanmenentukan kelas dari amp tersebut
apakah kelas A, AB atau B.Transistor powerkelas A selalu menyala oleh
arus yang mengalir, suara memang lebih baikdibanding kelas AB atau B,
tapi akan lebih cepat menjadi panas ,karena tidakefisien. Banyak energi
yang terbuang karena berubah menjadi panas.Class B:hanya 1 dari
transistor tersebut yang menyala dalam satu waktu.Class B efisien,hanya
mungkin suara nya agak kurang bila dibanding dengan Class A
danAB.Penjelasan ini menerangkan mengapa lebih banyak dipakai kelas AB
di caraudio, efisien dan bersuara cukup baik.
2. Class G
Cara
kerja power ini mirip dengan kelas AB, hanya ada suatu cara yangmembuat
amp ini menjadi lebih efisien, Amp ini mempunyai lebih dari 1 rail +dan
- yang satu lebih tinggi nilainya. Ada merk tertentu yang memakai + dan
-sebesar 25 volt untuk level rendah. Dan bila tidak diperlukan, amp ini
bekerjahanya pada 25 V, tapi seiring dengan bertambahnya signal
level,amp ini denganlembut berpindah pada rail yang lebih tinggi misal
50 volts.Kesimpulannya,suara dari amp kelas G ini sama baiknya dengan
class AB tapi jauh lebihefisien.
3. Class D
Amp
pada kelas ini tidak menggunakan alat output secara analog untukmerubah
voltage naik atau turun. Amp ini menggunakan Mosfet ,yang
sepertitransistor,tapi bedanya memakai siklus on dan off nya yang sangat
cepat,dibanding dengan pada kelas AB yang merubah naik atau turun.
Siklus seberapasering on versus off akan menentukan berapa besar output
dari power ini.Biasapower Class D ini ditujukan sebagai power untuk
Subwoofer.Kita ibaratkanseperti saklar on/off untuk menyalakan lampu
(D)dan saklar dimmer untukmeredupkan lampu(AB).Amplifier Class D sangat
efisien tetapi sangat terbatasuntuk frequency response nya, serta
tingkat distorsinya lebih besar dari kelasAB.
4. Vacuum Tube Amps.
(Amplifier
tabung)Power Amplifier ini menggunakan pendahulu dari transistor,yaitu
tabung hampa, udara dengan katoda dan anoda yang berfungsi
mengalirkanelektron.Cara kerjanya adalah dengan memakai transformator
dengan memasukkantegangan tinggi dan kemudian dirubah kembali menjadi
tegangan rendah denganarus yang dapat menggerakkan speaker.Tapi banyak
menjadi perdebatan karenabanyak audiophile yang berpendapat bahwa power
ini suaranya lebih baik daripower transistor.
Tahap
berikutnya adalah cara membaca spesifikasi dari power, dan
penentuanjumlah channel yang paling sesuai dengan keperluan OS
mania.Power Amplifierdibuat dengan berbagai jumlah channel, 2 channel
stereo, 4 channel, 5 dan 6channel ( 4 channel identik dan 1-2 channel
dengan watt lebih besar untuksubwoofer), 5 channel dengan daya yang
identik bisanya ditujukan untukpemakaian sistem car theatre 5.1, channel
ke 5 ditujukan untuk center channel,dan power monoblock class D.
Sirkuit
pengaman /Protection circuitryjuga elemen yang penting dalam memilih
power, power yang baik harusdiperlengkapi dengan short circuit
protection,dan juga thermal dan overloadprotection
MENGENAL MIXER SOUND SYSTEM
Dalam dunia Audio profesional, sebuah
mixing console, apakah itu analog maupun digital, atau juga disebut
soundboard / mixing desk (papan suara) adalah sebuah peralatan
elektronik yang berfungsi memadukan (lebih populer dengan istilah
"mixing"), pengaturan jalur (routing) dan mengubah level, serta
harmonisasi dinamis dari sinyal audio. Siynal - sinyal yang telah diubah
dan diatur kemudian dikuatkan oleh penguat akhir atau power amplifier
yang diteruskan ke loudspeaker.

Audio mixer secara luas
digunakan dalam berbagai keperluan, termasuk studio rekaman, sistem
panggilan publik (public address), sistem penguatan bunyi, dunia
penyiaran baik radio maupun televisi, dan juga pasca produksi pembuatan
film. Suatu contoh yang penerapan sederhana, dalam suatu pertunjukan
musik misalnya live band atau organ tunggal, sangatlah
tidak efisien jika kita menggunakan masing masing amplifier untuk
menguatkan setiap bagian baik suara vokal penyanyi dan alat alat musik
yang dimainkan oleh band pengiringnya. Disini Audio mixer akan menjadi
bagian penting sebagai titik pengumpul dari masing masing mikropon yang
terpasang ataupun audio yang masuk melalui kanal mixer, mengatur
besarnya level suara sehingga keseimbangan level bunyi baik dari vokal
maupun musik akan dapat dicapai sebelum diperkuat oleh amplifier.
Mixer adalah
salah satu perangkat yang paling populer setelah microphone. Kita lebih
mengenalnya dengan sebutan mixer, mungkin kebanyakan kita menyebutnya
demikian karena fungsinya yang memang mencampur segala suara yang masuk,
kemudian men-seimbangkannya, menjadikannya dua (kiri – kanan /L-R kalau
stereo, dan satu kalau mono), kemudian mengirimkannya ke cross-over
baru ke power amplifier dan akhirnya ke speaker.
Mixing console menerima
berbagai jenis sumber suara. Bisa dari microphone, alat musik, CD
player, tape deck, atau DAT ( perangkat untuk rekaman). Dari sini dengan
mudah dapat dilakukan pengaturan level masukan dan keluaran mulai dari
yang sangat lembut sampai keras. Kalau kita misalkan sebuah system audio
itu diumpamakan sebagai tubuh manusia, snake cable bisa kita umpamakan
sebagai system syaraf, dan mixing console sebagai jantungnya.
Jalur masukan (input) biasanya dibagi menjadi beberapa bagian:
- Input Jacks / penguat muka mikropon (Microphone preamps)
- Basic input controls
- Channel EQ (High, Mid high,Mid and low). Bass – Midle - Treble
- Bagian Routing termasuk Direct Outs, Aux-sends, Panning control and pengalamatan Subgroup
- Output Faders
- Subgroup faders
- Output controls termasuk Master level controls, EQ dan/atau Matrix routing
BAGIAN MIXER ANALOG
Istilah kerennya adalah mixer, yaitu
sebuah alat yang mengumpulkan semua sinyal baik dari mic, sinyal line
(berupa sinyal dari tape/CD, atau dari instrumen), semua efek (berupa
echo, reverb, delay), kemudian “dicampur” secara otomatis oleh
alat ini menjadi satu sinyal yang utuh dan kemudian didistribusikan ke
power amplifier yang akan diolah sedemikian sehingga akhirnya sinyal ini
diubah wujudnya menjadi suara yang dikeluarkan oleh speaker yang
terpasang.
Alat ini juga memiliki kemampuan untuk
mengubah level dari sinyal tersebut, seperti dari sinyal yang keras
menjadi lebih pelan dan demikian sebaliknya sehingga sinyal-sinyal ini
“tertata” dengan baik dan terdengar dengan nyaman. Kemampuan ini tidak
bersifat otomatis secara mesin, tapi tergantung dari kemampuan sang
pengatur suara, yang dalam hal ini sering disebut engineer atau sound
engineer.
Seperti yang telah disebutkan di
paragraf kedua, jumlah channel yang tersedia pada sebuah mixer
bervariasi. Mulai dari yang sederhana sebanyak 6 atau 8 channel bahkan
sampai ratusan channel sekaligus. Dari beberapa klasifikasi tersebut
dapat disimpulkan menjadi 2 jenis mixer, yaitu analog mixer yang
biasanya terdiri dari maksimum 52 channel dan digital mixer yang
memiliki jumlah channel yang dapat dikatakan “tidak terbatas”. Untuk
spesifikasi detil dari kedua jenis mixer ini dapat dilihat dari beberapa
merek yang telah beredar di pasaran umum.
MENU UMUM PADA MIXER
- GAIN
Disebut juga input level atau trim,
biasa terdapat pada urutan paling atas dari setiap channel mixing
console. Fungsinya adalah untuk menentukan seberapa sensitif input yang
kita iniginkan di terima oleh console(mixer). Apakah berupa signal mic
atau berupa signal line (keyboard, tape deck, dvd player, dll). Tombol
ini akan sangat membantu untuk mengatur signal yang akan masuk ke
console. Bila signal lemah, maka dapat dilakukan penambahan, bila
terlalu kuat dapat dikurangi.
Jadi input gain stage adalah hal yang
paling penting dan kritis, karena dari sinilah semua suara yang
berkualitas dimulai. Makanya usahakanlah untuk menjaga agar setiap input
tetap clean dan clear sebisa mungkin. Sebab noise dan distorsi yang
diakibatkan dalam poin ini akan mengalir terus ke seluruh system dan
membuat seluruhnya jadi terganggu. Bila ternyata input gain sangat besar
atau bahkan terlalu besar sehigga setelah dikurangi juga masih saja
terlalu kuat, maka untuk itu terdapat (switch) tombol PAD pada console
(mixer) yang fungsinya adalah untuk menurunkan gain input signal
(tingkat tekanan suara) mulai –20 db sampai –30 db.
- EQUALIZER PADA CHANNEL
Pada setiap channel di mixing console
selalu terdapat Equalizer Section. Fungsinya yaitu sebagai pengatur tone
untuk me-modifikasi suara yang masuk pada channel tersebut. Umumnya
sound engineer (sound man – operator mixer) melakukan perubahan sound
melalui EQ bertujuan dua :
untuk mengubah sound instrument menjadi sound yang lebih disukai untuk mengatasi frekuensi dari input yang bermasalah, misalnya feedback, dengung, overtune, dll.
Pengaturan yang sangat mendasar dari EQ
adalah berupa Low dan Hi (bass dan treble), kemudian penambahan dan
pengurangan (boost/cut). Atau ada juga yang lebih kompleks dengan 4
jalur dengan fungsi yang full parametric. Namun tak perduli seperti apa
tipe EQ yang terdapat dalam console, karena tetap dalam tujuan yang sama
untuk membantu menemukan sound yang terbaik.
- EQUALIZER YANG FIX
Yang dimaksud fix diatas adalah pada EQ
tersebut tidak memiliki tombol untuk memilih frekuensi yang akan
disetting. Karena frekuensi yang akan “dikerjai” telah ditetapkan dari
pabrik. Pembagian frekuensi pada EQ jenis ini mirip denga pembagian yang
terdapat pada crossover, hanya terdiri atas :
- • Low, dan hi-pada EQ 2way – (Sp 18” bawah + 15” atau 12” atas)
- • Low, Mid dan Hi-pada EQ 3way – (Sp 18” bawah + 15” tengah + 12” atas)
- • Low, Low Mid, Hi mid dan Hi-pada EQ 4 way – (Sp 18” bawah + 15” bawah tengah + 15” atau 12” tengah atas + tweeter 1” atau 2” atas)
Memutar tombol boost/cut akan memberi
pengaruh sampai 12 atau 15 db tergantung mixing console apa yang anda
gunakan. Keuntungan EQ yang fix adalah :
Harga yang relatif ekonomis,Terhindar
dari kesalahan pemilihan frekuensi yang akan disetting, kesalahan
seperti ini bisa disebabkan oleh sound engineer (penata suara) yang
kurang berpengalam.
keuntungan yang terakhir adalah hemat waktu dalam pen-settingan.
Namun ada juga kekurangannya, salah
satunya adalah kita tidak dapat memilih frekuensi khusus yang kita
inginkan karena semua frekuensi telah ditetapkan dari pabriknya.
- SWEEPABLE EQUALIZER
Biasa disebut Quasi Parametric atau Semi
Parametric (bukan full parametric-karena tanpa pengatur bandwitch).
Pada EQ yang full parametric kita dapat melakukan pengaturan untuk
setiap parameternya. Apakah itu parameter frekuensi, bandwitch, ataupun
parameter level. EQ tipe ini mempunyai kemampuan set-up yang sangat
fleksibel, dan biasanya menyediakan pengontrolan mid-range dengan system
EQ-3 atau 4 jalur.
Cara kerja :
- • Lakukan pemutaran pada tombol freq untuk memilih freq yang akan diatur.
- • Putar tombol boost/cut untuk penambahan atau pengurangan pada frekuensi yang kita pilih tadi. Misalnya untuk mengatur frekuensi low mid pada drum.
- • Biarkan frekuensi lain tetap pada sound flat.
- • Putar tombol boost/cut sampai habis ke kiri, atau pada posisi kira-kira jam 7.
- • Putar tombol frekuensi sampai sound yang terdengar boomy tadi terdengar hilang.
- • Setelah frekuensi yang dicari ketemu, lakukan pengaturan lagi pada tombol boost/cut. Karena melakukan pemotongan yang terlalu ekstrim atau terlalu banyak pada frekuensi low mid (middle bass) bisa mengakibatkan sound yang terdengar “kosong”.
Bagian-bagian dari sebuah mixer analog secara umum adalah:
1. Mono Input Section
Bagian-bagian dari mono input ini terdiri dari:
Mic Input, atau sering juga disebut XLR
input atau cannon jack input. Bagian ini digunakan untuk mic atau
alat-alat yang menggunakan jack yang memiliki tiga buah “kaki” atau yang
yang sering disebut cannon jack.
Biasanya masing-masing “kaki” terdapat nomor 1, 2, dan 3.
Kaki-kaki ini dimaksudkan untuk penempatan posisi sinyal positif, negatif dan ground tipikal yang sering digunakan adalah:
- - Kaki no 1 untuk ground, yg berserabut atau tidak dibalut
- - Kaki no 2 untuk positif, (Biru) dan
- - Kaki no 3 untuk negative (Putih)
Catatan: Posisi
di atas tidak selalu menjadi patokan, tergantung dari peralatan yang
dipakai. Harap selalu memperhatikan buku manual dari peralatan yang
dipakai.
Line In, yang biasanya digunakan untuk
menancapkan peralatan yang menggunakan line level jack (istilah umum
yang sering beredar adalah input jack gitar). Peralatan yang sering
menggunakan bagian ini seperti keyboard, tape, CD player, effect
processing unit (reverb, echo, dll), kadang-kadang bass atau gitar juga
memakai bagian ini.
Insert Point. Pada beberapa mixer yang
lebih kompleks maka terdapat 2 bagian yaitu insert send dan insert
return, tetapi pada mixer yang sederhana maka bagian ini hanya ada satu
saja yaitu insert I/O (kepanjangan dari insert input/output). Bagian ini
digunakan untuk menghubungkan sinyal prosesor eksternal seperti EQ,
compressor/limiter/gate.
Tujuan dari bagian ini adalah membuat seakan-akan sinyal prosesor eksternal menjadi satu kesatuan dengan mixer.
Catatan: Perhatikan cara penyolderan!!!
Untuk mixer yang memiliki insert point terpisah maka penyolderan
dilakukan sama persis dengan cara penyolderan cannon jack. Dalam hal
ini: posisi tip – sinyal positif, ring – sinyal negative, sleeve –
sinyal ground, apabila hanya terdapat satu insert point I/O, maka posisi
tip – sinyal send, ring – sinyal return, sleeve – sinyal ground.
Direct Out (Dir). Bagian ini sering
digunakan untuk mengirim sinyal audio secara langsung untuk direkam pada
multitrack recording tape.
Gain, yang juga disebut input level atau
trim, yang berfungsi untuk menentukan sensitifitas dari input sebuah
sinyal yang masuk, baik itu berupa sinyal mic atau sinyal line (dari
keyboard, tape, CD player, atau alat musik yang lain). Bagian ini hanya
mengatur tingkat kesensitifitasan dari channel tersebut bukan besarnya
volume sinyal.
Catatan:
Apabila sinyal yang masuk masih terlalu
kecil (volume sudah dimaksimalkan, demikian juga dengan gainnya) maka
yang perlu diperiksa adalah kondisi dari kabel tersebut dan kondisi
penyolderan dari kabelnya, terbalik atau putus atau malah tidak
tersolder sama sekali.
HPF (High Pass Filter).
Bagian ini digunakan untuk memotong
frekuensi rendah yang terlalu berlebihan atau peralatan yang
mengakibatkan humming. Bagian ini sangat efektif digunakan pada situasi
live, untuk mengurangi “popping” pada mic, atau memotong frekuensi
rendah yang sering kali dijumpai pada jenis suara laki-laki. Pada
beberapa mixer yang lebih kompleks, terdapat knob variabel frekuensi
yang akan dipotong (misal: 50 Hz atau 80 Hz atau 250 Hz dan seterusnya),
sedangkan pada mixer yang lebih sederhana hanya terdapat knob, seperti
knob on/off, yang biasanya tercantum frekuensi 100 Hz atau sering
disebut dengan fixed HPF.
EQ section.
Bagian ini sering dipakai untuk mengatur
kualitas suara yang diinginkan. Pada prinsipnya bagian ini dibagi
menjadi 3 bagian yaitu low, mid, dan high. Tipe ini sering dijumpai pada
mixer yang sederhana bahkan ada yang hanya terdapat 2 bagian saja yaitu
low dan high, tetapi pada mixer yang lebih kompleks maka sering
dijumpai penambahan seperti Q dan frekuensi yang ingin di-cut atau
di-boost.
Aux section.
Ada 2 fungsi utama dari bagian ini,
yaitu sebagai pengontrol monitor speaker yang terdapat di panggung utama
dan atau pada masing-masing pemain band, dan sebagai pengontrol
eksternal efek (reverb, echo, dll).
Pan (Panoramic Control).
Bagian ini sering kali digunakan untuk
menentukan posisi sinyal suara (kanan atau kiri) atau dipergunakan untuk
menentukan channel tertentu masuk dalam sub grup tertentu (misal:
channel 1 masuk dalam sub grup 1, channel 2 masuk dalam sub grup 2,
dsb.)
Solo atau PFL.
Bagian ini sering digunakan para
engineer untuk mendengarkan sinyal suara secara individual melalui
headphone. PFL adalah singkatan dari Pre Fade Listening yang berarti
kita dapat mendengarkan suara tanpa terpengaruh oleh fader channel
(before the fader), atau dengan bahasa sederhana kita dapat mendengarkan
suara tanpa terpengaruh oleh besar kecilnya posisi fader.
Mute/On-Off switch.
Bagian ini digunakan untuk mematikan atau menyalakan fungsi sinyal suara dari masing-masing channel.
Channel fader.
Bagian ini menentukan besar kecilnya sinyal suara yang akan dikeluarkan melalui channel yang dimaksud.
+48V Phantom.
Bagian ini digunakan bila digunakan mic
condenser atau DI box yang memerlukan power sehingga alat-alat ini bisa
berfungsi dengan baik.
Perhatikan!!! Pada tipe mixer tertentu,
tidak dijumpai adanya bagian ini pada masing-masing channel. Yang ada
adalah knob +48V Phantom master. Perhatikan juga jenis kabel yang akan
tersambung!! Bila semua kabel berada pada posisi balanced maka tidak
perlu dikhawatirkan akan terjadi sesuatu, tetapi bila tidak maka jangan
sekali-kali menekan knob ini.
2. Stereo Input Section
Sebagian besar bagian yang terdapat pada
bagian ini hampir sama dengan bagian mono input kecuali pada bagian
belakang mixer. Bila pada bagian mono input, pada bagian belakang mixer
hanya terdapat satu channel input saja, tapi pada bagian stereo input
terdapat dua channel input (berupa cannon jack atau phono jack atau RCA
jack).
3. Master Section
Pada bagian ini terdapat:
Aux Master, yang merupakan master volume dari aux pada masing-masing channel mono
4. Aux Return
Bagian ini memiliki kesamaan prinsip kerja seperti pada bagian Stereo Input Section
5. Master Volume Section
Sub Group Section/DCA/VCA Group
Bagian ini merupakan master group dari
masing-masing channel yang telah dikelompokkan sedemikian rupa. Biasanya
dipakai untuk memudahkan pengoperasian mixer, misal sub grup drum yang
terdiri dari beberapa channel mic yang dipakai untuk drum.
1. MIXER
ini fungsi utama didalam peralatan audio
organ tunggal ,dikarenakan mixer bisa menampung semua suara yang
berhubungan dengan organ tunggal seperti contoh output keyboard ,mic
penyanyi ,melody jika ada tambahan dll. mixer jg ada beberapa jenis dan
merk ,saat ini mixer yang sering kita lihat dalam organ tunggal dari
mulai 6 ,8 ,10 ,12 ,16 hingga 24 channel tergantung selera dan keinginan
kita sendiri ,pada prinsipnya mixer itu hanya penampungan dan pendorong
suara.sebagai rekomendasi dan pertimbangan ada beberapa mixer yang
patut kita acungin jempol antara lain :
a. peavey : unity 500 ,unity 1000 ,unity 1002 ,unity 2000 ,unity 2002
b. soundcraft : Spirit ,E-series ,folio
c. mackie : onyx 1220 ,onyx 1620
d. allen & heath : Zed 12FX
jenis mixer diatas adalah sebagai pilihan dengan kualitas yang sangat bagus dengan harga diatas rata2
ada juga beberapa mixer pilihan dengan harga yang tidak begitu mahal
a. yamaha : MG 124 ,N12 ,MG 164 ,MG 166C
b. behringer : UB1202 ,1204FX ,xenyx 1202fx Premium
jadi kembali lagi semua tergantung
kebutuhan dan budget kita ,kalau budget kita besar gunakanlah product
yang berkualitas ,tp tentunya harus ada perhitungan keuangan apakah
mencukupi atau tidak.
2. POWER AMPLY
nah sekarang bicara mengenai power amply
,ini sangat perlu dan memang harus dibutuhkan dalam organ tunggal
.fungsi dari alat ini adalah penghasil bunyi atau disebut juga pengeras
suara yang disalurkan ke Speaker. power amply ada beberapa kekuatan
outputnya tergantung kapasitas yang akan kita butuhkan. tetapi dalam hal
ini organ tunggal harus mengandalkan power yang besar atau disebut juga
watt yang besar supaya bisa seimbang antara suara yang diterima dengan
frequensi yang dikeluarkannya seperti high ,mid ,low bisa seimbang
ada beberapa kriteria power yang bisa dijadikan pilihan antara lain :
a. peavey : CS800 ,CS800X ,CS1000X ,CS1200X ,PV1,3K,PV8.5C ,CS400X ,PV2600 ,PV3800 ,CS2000 ,CS3000 ,CS4000 ,CS4080
b. beta3 : T1000 ,T2000 ,T3000
c. crown :
d. yorkville :
e. absolute :
f. yamaha :
g. mclelland
h. behringer
i. prince
j. axl audion
k. alesis
l.absolute
m.taso
